INTERPRETASI PRAKTIK ISLAMIC SOCIAL REPORTING (ISR) DAN PERSEPSI PENGELOLA TERHADAP DAMPAKNYA PADA KINERJA BANK SYARIAH INDONESIA (2022–2024)
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis interpretasi pengelola bank syariah terhadap praktik Islamic Social Reporting (ISR) dan persepsi mereka mengenai dampaknya pada kinerja dan reputasi bank di Indonesia, khususnya pada periode 2022–2024. Permasalahan utama adalah adanya variasi penerapan ISR antar-bank dan pentingnya transparansi di tengah tuntutan digitalisasi serta persaingan industri. Metode penelitian yang digunakan melibatkan analisis kualitatif dan studi kasus pada laporan keberlanjutan bank syariah besar di Indonesia, terutama PT Bank Syariah Indonesia (BSI), serta tinjauan motif pengelola dalam implementasi ISR. Temuan saintifik menunjukkan bahwa pengelola memandang ISR memiliki motif ganda: sebagai bentuk kepatuhan syariah (tanggung jawab religius) dan sebagai strategi korporat untuk membangun legitimasi dan reputasi di pasar. Praktik ISR yang komprehensif, mencakup penyaluran zakat dan pemberdayaan UMKM, secara signifikan meningkatkan persepsi publik terhadap citra dan etika bank. Disimpulkan bahwa ISR berperan esensial sebagai jembatan komunikasi nilai maqashid syariah kepada pemangku kepentingan, yang pada akhirnya berkontribusi positif terhadap kinerja non-finansial dan kepercayaan nasabah bank syariah


