STRATEGI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI DI KABUPATEN BANGKALAN
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum optimalnya Strategi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam menumbuhkan budaya literasi di Kabupaten Bangkalan. Hal tersebut terlihat dari beberapa faktor yang masih belum optimal seperti sumber daya manusia ( pustakwan ) yang sangat minim sekali, kurangnya pemahaman terhadap program kerja serta belum optimalnya sosialisasi program kerja literasi kepada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Sumber data terdiri dari data primer dengan jumlah 7 informan dan data sekunder dengan empat macam dokumen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan (literatur/dokumentasi), studi lapangan (observasi dan wawancara), serta triangulasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diketahui bahwa Strataegi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam Menumbukan Budaya Literasi yang diukur dengan 3 (tiga) dimensi dan terdiri dari 9 (sembilan) indikator, diketahui bahwa 2 indikator sudah berjalan optimal, sementara 7 indikator belum berjalan secara optimal. Hal tersebut terjadi karena masih ada beberapa hambatan yang meliputi: masih kurang pahamnya terhadap program kerja; kurang optimalnya dalam memanfaatkan peluang; kurangnya sumber daya manusia sehingga adanya kekosongan jabatan; masih kurangnya sumber anggaran; serta masyarakat yang kurang mengetahui setiap kegiatan yang ada di perpustakaan daerah karena kurang pekanya masyarakat terhadap literasi. Adapun upaya-upaya yang dilakukan yaitu; melakukan kerja sama kepada setiap instansi baik dinas dan pusat – pusat pendidikan; mengajukan anggaran dana untuk penunjang program kerja; serta menyediakan kotak saran baik secara langsung maupun tidak langsung yaitu melalui sosial media dan website.


